Merangin – Upaya mendorong digitalisasi pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit terus dilakukan di Desa Langling, Kabupaten Merangin. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo, tim pelaksana PkM memperkenalkan dan menerapkan aplikasi E-Sawit Smart sebagai solusi digital untuk membantu petani dalam mencatat hasil panen, pencatatan pengeluaran biaya operasional, pupuk, serta pengelolaan kebun secara lebih terstruktur. Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni hingga 7 Agustus 2026 di Desa Langling, Kabupaten Merangin. Salah satu kegiatan penerapan dan pendampingan dilaksanakan di kediaman Bapak Tumirin dan diikuti sekitar 15 anggota kelompok tani karya mandiri yang berasal dari Desa Langling. Pada kegiatan ini langsung didampingi oleh dosen dari Universitas Muhammadiyah Muara Bungo yang berangotakan dan diketuai langsung oleh bapak Ade Agung Kurniawan, S,Kom,M.Kom, Riko Muhamamad Suri, S.Kom, M.Kom, Vivi Yosefri Yanti, S.E,M.M dan Haryan Dwi Baharna S.Kom, M.Kom selaku tim anggota external IT.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM Bima Diktisaintek Tahun Anggaran 2026 “Pemberdayaan Kelompok Tani Kelapa Sawit: Pengembangan dan Penerapan Aplikasi E-Sawit Smart Sistem Manajemen Pengelolaan Produktivitas Hasil Kebun di Desa Langling Kabupaten Merangin.” Yang di selengarakan dan didanai DPPM Diktisaintek dalam skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membantu petani beralih dari sistem pencatatan manual menuju pengelolaan data kebun berbasis digital. Sebelum penerapan aplikasi, kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman mengenai literasi digital dan literasi keuangan. Para petani diberikan penjelasan mengenai pemanfaatan smartphone dan internet untuk mendukung aktivitas pertanian, sekaligus pentingnya melakukan pencatatan arus kas, biaya operasional, serta hasil usaha kebun secara lebih tertib. Dalam sesi praktik, peserta mencoba melakukan pencatatan hasil panen secara digital, termasuk memasukkan data tonase dan mengelompokkan hasil berdasarkan lokasi atau kapling kebun.
Petani juga diperkenalkan dengan pencatatan pengeluaran, pembelian pupuk, utang pupuk, dan biaya operasional kebun. Aplikasi E-Sawit Smart yang dapat diakses melalui kliksawit.com dirancang untuk membantu petani mengelola data perkebunan secara lebih praktis. Sistem ini menyediakan fitur pencatatan hasil panen berdasarkan kapling, pencatatan pembelian dan utang pupuk, biaya operasional, serta informasi produksi dan keuangan kebun.
Penerapan aplikasi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pencatatan menggunakan buku tulis yang selama ini rentan hilang, rusak, atau tidak terdokumentasi secara lengkap. Data yang tersimpan secara digital juga dapat menjadi bahan bagi petani untuk memantau perkembangan hasil kebun dan kondisi keuangan usaha tani.
Adapun saran dari bapak Hamdan Toni dan Ibu Rika selaku anggota kelompok tani karya mandiri yakni penambahan fitur pencatatan perawatan hasil kebun. Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi, tetapi juga didorong untuk mencoba dan menerapkan langsung teknologi tersebut dalam aktivitas pengelolaan kebun. Pendekatan praktik langsung dan pendampingan diharapkan membuat petani semakin terbiasa menggunakan teknologi digital secara mandiri.
#petanisawitlangling #dppmbimakemdiktisaintek #lppmummuba #ummuba #bima